Jakpro Gelar Edukasi Pilah Sampah di Sejumlah Venue Publik Jakarta
By Admin

Ilustrasi
nusakini.com, Jakarta — PT Jakarta Propertindo (Perseroda) atau Jakpro menggelar aksi edukasi pemilahan sampah secara serentak di sejumlah lingkungan kerja dan venue publik yang dikelola perusahaan. Kegiatan ini dilakukan sebagai dukungan terhadap pelaksanaan Instruksi Gubernur DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2026 tentang Gerakan Pilah Sampah.
Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, mengatakan gerakan tersebut menjadi bagian dari implementasi program transformasi hijau perusahaan melalui inisiatif Jakgreen yang mendukung target Net Zero Emission Jakarta.
Menurut Iwan, penerapan prinsip keberlanjutan tidak hanya dilakukan melalui pembangunan infrastruktur, tetapi juga melalui perubahan perilaku masyarakat dan budaya operasional perusahaan sehari-hari.
“Gerakan pilah sampah menjadi langkah sederhana yang dapat memberikan dampak besar terhadap upaya menciptakan Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan,” kata Iwan dalam keterangannya, Rabu (20/5).
Kegiatan edukasi dilakukan di sejumlah lokasi dengan aktivitas publik tinggi, seperti Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta International Velodrome, Taman Ismail Marzuki (TIM), dan beberapa lokasi lain.
Dalam kegiatan tersebut, Jakpro menyediakan tujuh kategori tempat sampah terpilah, meliputi organik, anorganik, kertas, kaca dan beling, logam, limbah B3, serta residu.
Selain melibatkan karyawan perusahaan dan petugas venue, Jakpro juga melakukan sosialisasi langsung kepada pengunjung mengenai pentingnya memilah sampah sejak dari sumbernya.
Berdasarkan hasil kegiatan, Jakpro mencatat pengelolaan 18,9 kilogram sampah terpilah dari sejumlah venue utama. Sampah residu menjadi kategori terbanyak dengan volume 13,09 kilogram, disusul plastik dan kemasan 3,85 kilogram, botol, kaleng, dan kaca 1,78 kilogram, serta sampah organik 0,18 kilogram.
Seluruh sampah yang terkumpul disebut akan diproses sesuai metode pengelolaan masing-masing.
Dalam kegiatan tersebut, Jakpro juga memperkenalkan mesin pemilah sampah berbasis Artificial Intelligence (AI) yang dapat membantu mengidentifikasi jenis sampah secara otomatis. Teknologi itu diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah melalui pendekatan interaktif.
Iwan mengatakan program edukasi dan pemilahan sampah akan diterapkan secara berkelanjutan di seluruh kawasan dan venue yang dikelola perusahaan. (*)